Apr
19
2014
Today

Cuaca Cilacap 15-4-2014

Hujan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-27 km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Berburu Yutuk Demi Bebek
Oleh Wagino   
Rabu, 27 Mei 2009 13:38

ADIPALA, (Cimed) – Nama “yutuk” mungkin terdengar asing, namun bagi sebagian warga masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai Timur Cilacap mulai dari Bunton hingga Jetis nama itu sudah biasa. Pasalnya binatang bercangkang yang juga disebut undur-undur laut ini enak dijadikan camilan dan lauk. Selain itu juga dimanfaatkan untuk pakan bebek.

Ngadiman (53) contohnya, salah satu peternak bebek asal Desa Welahan Wetan yang memanfaatkan yutuk sebagai pakan bebek piaraannya.

Menurut dia, binatang laut yang selalu ngumpet didalam pasir ini sangat bagus buat pakan bebek miliknya karena kandungan gizinya tinggi sehingga telur yang dihasilkan bagus, bahkan ukurannya pun besar.

“Dengan dikasih makan yutuk, dari 100 ekor bebek betina telur yang dihasilkan dalam sehari ya 100 butir, tapi kalau hanya dikasih makan dedak (katul, red) telornya bisa berkurang lima hingga sepuluh butir,” kata Ngadiman kepada CilacapMedia.com, Rabu (27/5).

Untuk memenuhi kebutuhan makan bebeknya ia harus berburu yutuk di pantai. Paling tidak dua hari sekali Ngadiman bersama warga sekampungnya yang seprofesi mencari yutuk dengan menyusuri pantai. Tempat yang dituju pun berpindah-pindah, mulai dari Pantai Bunton hingga Welahan Wetan.

Waktu berburu antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Setiap berburu ia hanya membawa kantong panjang yang berbahan menyerupai jaring. Tak ada alat khusus yang digunakan untuk mendapatkan yutuk, cukup dengan mengorek-ngorek pasir basah sedalam 20 sentimeter, binatang buruannya pun akan didapat. Dari cara berburu sekilas tampak seperti anak-anak tengah bermain pasir di bibir pantai.

Dia mengaku dalam setiap berburu setidaknya membawa pulang 10 kg yutuk hidup.

“Rata-rata 10 kg itu untuk makan bebek selama dua hari,” katanya.

Meski mendapat yutuk banyak, ia tidak berniat memasak untuk lauk atau dijual sebagai makanan camilan.

“Saya nggak pernah menjual yang sudah masak, karena saya nggak bisa tahu cara memasaknya. Paling saya jual ke pengepul di Widarapayung. Harga sekitar Rp 4.000 per kg,” katanya.

Berburu yutuk bagi sebagian peternak bebek di wilayah Adipala dan sekitarnya sudah dilakukan sejak lama, terutama saat musim tanam tiba lantaran bebeknya tak lagi bisa dilepas diareal persawahan yang baru ditanami padi.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Comments 

 
0 #8 mencari penjual yutuk di cilacap kota 2009-09-03 05:16
tolong kalo ada yang tau saya minta info penjual yutuk di area cilacap kota. maturnuwun
Quote
 
 
0 #7 mencari penjual yutuk di kabupaten cilacap kota 2009-09-03 05:14
ikut nimbrung bapak2... aku jd pengen beli tuh.. tp apa ada yang jual di cilacap, kota? kalo ada tolong dong kasih infonya... terimakasih...
Quote
 
 
0 #6 usaha ternak bebek sama yutuk 2009-06-07 02:09
aq setuju kr usahane pak ngidiman ternak bebek tapi irit biyaya buat pakan bebek dng cara berburu yutuk apamaning bebeke ngendog kabeh kan apik endoge bs di dol kangge kebutuhan liyane tlng terusna usahane pak aq dukung maturnuwun rohmat menganti clp
Quote
 
 
0 #5 yutuk 2009-06-07 02:04
bener caraku ngirit duit daripada tuku empan bebek mending nggolet kan lumayan duite bs kanggo kebutuhan liane apamaning bebeke bs ngendok kabeh tolong terusena usahane priyatin siki nggolet duit agi angel
Quote
 
 
0 #4 tepleng yutukk 2009-06-05 02:53
sapa sih kiye yahh jane kohh pgn mangan peyek yutuk tek gawekna apa .apa tek gawakna ngonohh kowe nang endi siki
Quote
 

Posting komentar anda