Mei
08
2021
Today
Cuaca Cilacap 30-01-2021

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kejari Cilacap Gandeng Tim Ahli Teknis Periksa Fisik Bangunan Pasar
Oleh Wagino   
Selasa, 22 Desember 2020 13:37

CILACAP, (CIMED) - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap terus mendalami perkara dugaan korupsi penyelewengan revitalisasi pasar tradisional Desa Ujungmanik, Kawunganten.  Terbaru, Kejari menerjunkan tim untuk memeriksa fisik bangunan pasar senilai Rp 900 juta yang bersumber dari dana bantuan sosial (bansos) Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2013 itu.


Kepala Kejari Cilacap Timotius Tri Ari Mulyanto melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Muhammad Hendra Hidayat, menjelaskan, penyidik Kejari Cilacap bersama tim ahli teknis melakukan pemeriksaan konstruksi fisik pasar desa Ujungmanik yang dibangun dari dana bantuan sosial (bansos) Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2013.

"Kita menggandeng tim ahli teknis dari Dinas PUPR Kabupaten Cilacap," jelas Kasi Pidsus kepada Banyumas Ekspres melalui sambungan telepon usai memeriksa pasar Ujungmanik, Selasa (22/12).

Hendra mengungkapkan, yang dilakukan dilapangan yakni pengukuran bangunan pasar secara detail. Pengukuran fokus pada bangunan pasar yang dibangun pada 2013, sementara bangunan baru tidak dihitung.

"Setelah pemeriksaan fisik bangunan dan pengukuran, selanjutnya dilakukan penghitungan oleh tim ahli teknis. Dari situ nanti akan diketahui berapa nilai pembangunan fisik pasar yang sebenarnya. Yang jelas, sudah pasti nilainya dibawah sesuai yang dipertanggungjawabkan senilai Rp 900 juta," ungkapnya.

Dari keterangan saksi, biaya untuk pembangunan pasar Desa Ujungmanik kala itu tidak sebanyak Rp 900 juta.

"Berapa nilai pastinya, berapa uang negara yang hilang nanti akan disampaikan oleh tim ahli teknis dalam waktu dekat. Proses perhitungan nilai bangunan kurang lebih membutuhkan waktu sekitar dua mingg," bebernya.

Kemudian hasil perhitungan nilai bangunan, lanjut Kasi Pidus, akan diserahkan kepada auditor dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Cilacap untuk melakukan audit.

"Audit oleh Inpspektorat Cilacap untuk penghitungan kerugian negara. Selanjutnya kita umumkan berapa real kerugian negaranya," tegasnya.

Terkait dengan tersangka, Kasi Pidsus mengatakan tinggal menunggu waktu saja. Karena dari pemeriksaan saksi-saksi yang telah dilakukan, calon tersangka sudah mengakui.

"Belum ada tersangka, ini masih penyidikan umum, nanti tunggu saatnya. Sudah ada 11 orang saksi yang dimintai keterangan. Jumlah saksi akan bertambah, yakni saksi ahli teknis dan auditor," katanya.

Kendati prpses masih berjalan, Hendra menambahkan penyidik berhasil melakukan penyelamatan kerugian negara dari perkara tersebut sebesar Rp 25 juta.

"Uang tersebut diserahkan ke penyidik dari salah satu saksi pengurus KUD Lestari," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Cilacap tengah mengusut perkara dugaan korupsi penyelewengan revitalisasi pasar tradisional Desa Ujungmanik, Kawunganten senilai Rp 900 juta yang bersumber dari dana bantuan sosial (bansos) Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2013.

Bantuan dana revitalisasi pasar tradisional itu sendiri merupakan program Kementerian Koperasi dan UKM RI, diberikan untuk merevitaliasi pasar tradisional yang dikelola pemerintah desa pada 2013. Pada pelaksanaannya, bantuan tersebut diberikan melalui koperasi. Setiap satu pasar yang akan direvitalisasi diberikan bantuan dana sebesar Rp 900 juta.

Dalam perkara dugaan korupsi revitalisasi pasar tradisional di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, penyidik Kejari Cilacap menemukan bukti adanya perbuatan melanggar hukum dari pembangunan pasar tersebut. Potensi kerugian diduga mencapai Rp 300 juta dari total nilai bansos Rp 900 juta.