Okt
18
2021
Today

Cuaca Cilacap 10-10-2021

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Penyertaan Modal Desa Bulupayung Kemungkinan Bertambah
Oleh Wagino   
Senin, 15 Maret 2021 22:24

CILACAP, (CIMED) - Tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana penyertaan modal Desa Bulupayung periode 2016-2020 bisa bertambah. Penambahan itu bisa terjadi setelah penyidik mengumpulkan alat bukti.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap Tri Mulyanto melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Muhamad Hendra Hidayat mengatakan, perkara dugaan tindak korupsi pengelolaan dana penyertaan modal Desa Bulupayung periode 2016-2020 masih proses penyidikan.

"Saat ini masih proses penyidikan, pemeriksaan terhadap tersangka S dan EP sudah dilakukan. Pemeriksaan dilakukan di dalam Lapas Cilacap. Penyidik mendatangi Lapas memeriksa tersangka didampingi penasehat hukum," kata Kasi Pidsus, Senin (15/3/2021).

Selain memeriksa ulang tersangka, penyidik juga memeriksa para saksi-saksi dalam kasus tersebut. Sejauh ini Kejari Cilacap telah menetapkan dua tersangka yang terjerat kasus dugaan tindak korupsi pengelolaan dana penyertaan modal Desa Bulupayung periode 2016-2020 yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 900 juta. Mereka adalah S selaku Ketua BPD Desa Bulupayung dan EP, sebagai Direktur CV Akbar Perkasa.

Hendra menambahkan, kemungkinan tersangka dalam kasus tersebut bisa bertambah. Saat ini penyidik sedang mengumpulkan alat bukti.

"Bisa bertambah, kita kumpulkan alat bukti dulu. Nanti perkembangan selanjutnya akan kita sampaikan," imbuhnya.

Seperti diketahui, kasus tersebut mencuat setelah uang penyertaan modal dari pemerintahan desa Bulupayung periode 2016-2020 untuk unit usaha pemecah batu yang dikelola BUMDes dan bekerjasama dengan pihak ketiga hingga saat ini belum memberikan konstribusi ke Desa Bulupayung.

Sebelumnya, pada Selasa (23/2/2021) penyidik Kejari Cilacap telah melakukan penggeledahan di kantor desa setempat dan menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan alat berat.