Jun
26
2022
Today

Cuaca Cilacap 21-06-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kopja Pertanyakan Kewenangan BNN Gerebek Perusahaan Jamu
Oleh Wagino   
Kamis, 26 Mei 2011 22:24

KROYA, (CIMED) - Koperasi Perajin Jamu Jawa (Kopja) Aneka Sari mempertanyakan kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang beberapa kali menggerebek perusahaan-perusahaan jamu di Kabupaten Cilacap.

“Kewenangan BNN dalam merazia usaha jamu patut dipertanyakan. Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat kepada BNN dan Presiden terkait kewenangan lembaga tersebut,” kata Kopja Aneka Sari Amir Fatah kepada wartawan belum lama ini.

Sebab, kata dia, baru-baru ini ada pengusaha jamu yang lokasi usahanya digerebek oleh BNN. Padahal, selama ini yang melakukan razia terhadap usaha jamu yang diduga bermasalah hanya BPOM atau polisi.

“Jamu bukan narkoba, kenapa BNN menggerebek?” ucapnya.

Yang mengherankan, lanjut dia, pengusaha jamu yang gerebek oleh BNN harus mengeluarkan uang milyaran rupiah hanya untuk menangguhkan penahanan.

“Untuk penangguhan penahanan saja harus mengeluarkan uang Rp 2 miliar. Uang tersebut diberikan melalui markus (makelar kasus, red),” ungkap Amir.

Menurut dia, peran markus dalam penggerebekan itu sangat besar. Hal ini diketahui saat sebelum tim BNN turun mereka sudah mengontak sejumlah pengusaha jamu untuk bisa mengkondisikan.

Amir menyayangkan, operasi penggerebekan yang dilakukan oleh BNN, sebab telah membuat resah para pengusaha jamu yang menjadi anggota Kopja. Apalagi, lanjut dia, penggerebekan itu dilakukan sebelum ada bukti bahwa jamu tersebut diketahui menggunakan bahan kimia obat.

Amir menambahkan seharusnya pihak-pihak terkait memberikan solusi bagaimana usaha jamu yang sekarang sedang mati suri bisa bangkit lagi agar perekonomian tetap berjalan.

“Kalau merazia tapi tidak memberikan solusi dengan melakukan pembinaan kepada para pengusaha ya percuma,” pungkasnya.