Okt
18
2021
Today

Cuaca Cilacap 10-10-2021

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Hanafi Bersama BPOM Gencar Sosialisasi KIE Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan
Oleh Wagino   
Kamis, 29 Nopember 2018 11:34

CILACAP, (CIMED) – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional, Muhammad Hanafi bersama Badan POM gencar menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)  Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan kepada warga di Cilacap. Setelah sebelumnya menyasar warga Cilacap Kota, kali ini sosialisasi diberikan kepada warga di wilayah Cilacap Barat.


Acara yang diikuti sedikitnya 180 peserta itu digelar di Balai Desa Surusunda Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Rabu (28/11/2018).

Dihadapan masyarakat Karangpucung, Muhammad Hanafi mengajak masyarakat Karangpucung untuk turut mengawasi peredaran obat dan makanan berbahaya di lingkungannya masing-masing. Pastikan, jamu tradisional serta makanan yang dikonsumsi itu benar-benar aman.

“Karena saat ini masih banyak dijumpai jamu illegal yang beredar dipasaran, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya. Kondisi ini membuat jamu jadi sulit dibedakan dengan obat. Jamu itu adalah makanan atau minuman sehat yang tidak melalui uji klinis. Sedangkan obat harus melewati uji klinis,” bebernya.

Yang tidak kalah pentingnya, kata dia, adalah pembelian obat yang harus disertai dengan resep dokter akan tetapi pada kenyataannya tanpa resep dokter juga dilayani oleh apotik nakal. Hanafi mencontohkan, di dekat tempat tinggalnya di Kroya terdapat sejumlah apotik yang menjual obat tanpa dilengkapi resep dokter.

“Dan kelihatannya sampai sekarang belum pernah ditindak,” kata politikus Partai Amanat Nasional ini.

Kemudian, di lingkungan sekolah banyak makanan dan minuman yang mestinya tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak tapi dijual bebas.

“Banyak jajanan di lingkungan sekolah yang mengandung pewarna berbahaya, tapi luput dari pengawasan dan jangkauan Badan POM,” ujar Hanafi.

Oleh karena itu, Hanafi menegaskan, Komisi IX DPR RI berpendapat Badan Pengawas Obat dan Makanan perlu diperluas lagi wewenangnya melalui Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan.

“Selama ini tuntutan Badan POM terhadap produsen nakal sering kali kalah di tingkat pengadilan karena tidak ada penyidikan yang menyeluruh. Maka Komisi IX berharap dalam UU ini nantinya kewenangan BPOM ditambah dengan unsur pembinaan dan penindakan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM Semarang, Dra. Sri Murtiah. Apt memaparkan tentang cara memilih obat tradisional yang aman.

Kepada masyarakat, Murtiah minta untuk menghindari makanan yang mengandung bahan berbahaya, terlalu kenyal, berwarna mencolok, dan cenderung berpendar. Kemudian, tidak membeli makanan yang dibungkus menggunakan kertas bertinta karena mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.

“Perhatikan selalu cek KLIK, cek Kemasan, cek label, cek Izin edar, dan cek kedaluwarsa sebelum membeli atau memilih produk obat tradisiona. Dan harus ada label BPOM nya ya biar aman,” katanya.

Ditambahkan, pengawasan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah peredaran obat dan makanan berbahaya, karena keputusan terakhir untuk membeli atau tidak membeli produk tergantung dari masyarakat sebagai konsumen.

Sedangkan, dr. Novita Kukilowati, M.H Kasie Yankes Primer dan Tradisional Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mengenalkan beragam tanaman obat untuk keluarga yang bisa didapatkan dan ditanam di pekarangan rumah.