Okt
18
2021
Today

Cuaca Cilacap 10-10-2021

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
BPOM dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Agar Hati-Hati Memilih Kosmetik
Oleh Wagino   
Kamis, 21 Pebruari 2019 16:16

CILACAP, (CIMED) - Balai Pengawas Obat dan Makanan bersama Komisi IX DPR RI kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di bidang kosmetik yang digelar di Aula Balai Latihan Kerja Industri (BLKI), Cilacap, Rabu (21/2/2019).


Kegiatan sosialisasi KIE BPOM ini digelar secara rutin di berbagai daerah. Agenda kali ini adalah cerdas memilih dan menggunakan kosmetik yang aman, bermutu dan bermanfaat. Acara tersebut diikuti sedikitnya 150 peserta dari berbagai Kelurahan di wilayah Kecamatan Cilacap Utara.

Komisi IX DPR RI sebagai mitra BPOM, turun langsung ke berbagai daerah untuk mensosilaisasikan program KIE BPOM ini. Anggota Komisi IX DPR RI, Mohamad Hanafi, mengajak masyarakat untuk teliti sebelum membeli dan menggunakan kosmetik.

"Berhati-hatilah dalam memilih dan menggunakan kosmetika yang baik bagi kulit. Pemakaian yang salah dapat menyebabkan iritasi, jerawat sampai kerusakan permanen pada wajah," kata Hanafi.

Menurut Hanafi, Iklan kosmetik cenderung menampilkan kecantikan dan ketampanan seorang artis serta menawarkan sesuatu yang menggiurkan sehingga konsumen akan tertarik untuk membelinya.

"Untuk itu jangan mudah tergoda oleh iklan. Memilih kosmetik hanya berdasarkan informasi iklan merupakan suatu tindakan yang kurang bijaksana. Apalagi tergiur harga promosi, misal beli dua dapat satu," ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional ini mengungkapkan, BPOM kembali menemukan obat dan kosmetik ilegal beredar di pasar. Hingga November 2018, BPOM menemukan kosmetik ilegal yang mengandung bahan dilarang (BD) atau bahan berbahaya (BB) bernilai  Rp112 miliar.

"Temuan kosmetik didominasi oleh produk yang mengandung merkuri, hidrokinon dan asam retinoa," ungkapnya.

Karenanya, Hanafi menegaskan, sebelum membeli produk kosmetik perhatikan izin edar, masa kadaluarsa dan kemasannya.

"Termasuk kandungan yang ada di dalam produk tersebut, mengandung bahan berbahaya atau tidak," imbuhnya.

Dia menambahkan, melalui kegiatan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih obat, jamu, kosmetik dan makanan yang dibeli sehari hari, dan informasi ini bisa diteruskan kepada masyarakat dilingkunganya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM, Dra. Tita Nursjafrida,Apt,MKM memaparkan bagaimana cara memilih dan menggunakan kosmetik yang baik dan bermutu.