Kalah Telak, PSCS Dihujani Kritik Lewat FB Cetak
Oleh Wagino   
Senin, 27 Pebruari 2012 14:38

CILACAP, (CIMED) – Kekalahan telak PSCS 5-0 atas Persis Solo membuat berang pendukungnya. Manajemen PSCS pun dihujani kritik pedas oleh pendukungnya lewat situs jejaring sosial Facebook (FB).

PSCS dua kali berturut-turut menelan kekalahan dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama LPIS. Hasil buruk tersebut diraih saat melakoni laga tandang, terakhir kali pada duel yang digelar Sabtu (25/2/2012) di Stadion Manahan, PSCS dibuat luluh lantah oleh Persis Solo.

Hasil diluar dugaan ini tak pelak menuai kritik pedas yang dilontarkan pendukung PSCS melalui situs jejaring sosial FB yang beberapa saat usai pertandingan berakhir dengan skor 5-0. Mereka menumpahkan kekesalannya atas kekalahan yang terbilang memalukan itu. Tulisan di dinding Grup Laskar Nusakambangan tak hanya ditujukan kepada manajemen PSCS saja, pelatih dan pemain pun tak luput dari hujan kritikan.

“Suwe ora jamu…, jamu godong terong…, suwe rak ketemu…, ketemu pisan lima kosong ...!” tulis Junedi Haryanto di grup Laskar Nusakambangan.

Lain halnya dengan Yanuar Caiank CmuaNa dalam tulisan didinding grup yang sama meminta manajer and oficial tim PSCS agar lebih serius dalam menangani performa tim PSCS. Menurutnya, dalam menghadapi tim Persis solo seharusnya PSCS mempunyai kualitas pemain yang bagus (diatas rata-rata).

“Untuk itu, pada putaran kedua yang akan datang manajer PSCS harus sudah merombak seluruh kekuatan PSCS agar kedepannya bisa lebih baik dari pada putaran pertama. Sehingga tidak akan terjadi lagi kekalahan, baik yang tipis maupun telak,” ujarnya.

Perombakan skuad PSCS yang diusulkan Yanuar dinilai masuk akal oleh anggota grup Laskar Nusakambangan lainnya, Irsyad Rezpector La'nus. Ia setuju untuk perombakan tim agar menjadi lebih baik.

“Ya harus ada revolusi agar tim lebih baik, minimal menambah tiga pemain yang lebih berkualitas diatas rata-rata pemain lainya. Karena saya lihat kemenangan PSCS hanya ketika di kandang saja, itupun banyak diuntungkan oleh wasit,” timpal Irsyad.

Sementara Adjie Budi Sasongko menyimpulkan wajar jika LANUS “teriak” dengan kekalahan telak ini. Sebab, lanjut dia, mereka cinta PSCS, mereka ingin PSCS bisa bersaing dengan tim lain.

“Tapi ternyata apa yang diharapkan LANUS masih jauh panggang dari api. kekalahan telak memang udah bisa diprediksi jika melihat materi tim musim ini. Tanda-tanda itu sudah terlihat dari partai-partai yang telah dilewati PSCS,” tulis Adji menanggapi berbagai komentar yang dilayangkan LANUS kepada PSCS.

Menurutnya, Stadion Wijaya Kusuma yang musim lalu begitu angker bagi smua tim termasuk Mitra Kukar kini nyaris tak bertuah.

“Kemenangan memang slalu bisa PSCS raih, tapi harus dengan susah payah dan skor yang minim ini jelas masalah,” ujar Adjie.

Kondisi ini diperparah dipartai tandang, “penyakit” lama PSCS belum sembuh yaitu tidak pernah menang.

“Puncak dari semua itu adalah kekalahan telak sore ini 5-0 dari Persis,” ungkapnya.

Sekali lagi, dia mengaskan, ini PR bagi manajemen. Jika target naik kasta adalah mutlak maka Evaluasi menyeluruh secepatnya adalah Jawabannya.

“Obatilah luka hati LANUS dengan bukti nyata akan prestasi PSCS,” tegasnya.

Beragam kritik yang dituangkan lewat FB itu hanya sebagian kecil bentuk kekecewaan pendukung setia tim kebanggaan masyarakat Cilacap. Namun kekalahan tersebut jangan terus diratapi, akan tetapi harus dicari solusinya. Seperti yang ditulis Budi Hartono, salah satu anggota grup yang juga berprofesi sebagai wartawan salah satu media terbesar di Jawa Tengah.

“Kalah tentu sedih dan kecewa banget, itu pasti. Tapi yang terpenting bukan sekadar meratapi, karena kita tak bisa memutar waktu ke belakang. Justru harus memandang ke depan, mencari jalan keluar, apa yang harus dilakukan, untuk membalas kekalahan itu,” tulisnya.

Dia menambahkan, masa depan bukan milik mereka yang hanya pandai meratap, tetapi milik mereka yang berani melihat kekurangan, memperbaikinya dan berani berjuang lagi menatap masa depan.