Jun
26
2022
Today

Cuaca Cilacap 21-06-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Pilbup Cilacap, 153 TPS Rawan Keributan
Oleh Wagino   
Jumat, 15 Juni 2012 08:07

CILACAP, (CIMED) – Sedikitnya 153 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di wilayah Kabupaten Cilacap dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cilacap pada September mendatang tergolong rawan keributan (kisruh). Kerawanan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya jauh dari jangkauan polisi serta sulitnya transportasi khususnya yang berada di daerah terpencil.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Cilacap September mendatang yang digelar di Hotel Griya Patra, Kamis (14/6/2012).

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan polisi yang diwakili AKP Edi Purwanto, dari total 3.066 TPS yang ada di Kabupaten Cilacap untuk Pilbup Cilacap September mendatang, 153 TPS diantaranya termasuk dalam kategori rawan.

“Dari 153 TPS tersebut memiliki beberapa kriteria yakni kategori rawan karena lokasi TPS yang jauh dari jangkauan polisi masksimal 10 kilometer, TPS yang letaknya berada diatas 10 kilometer serta TPS yang sulit dijangkau atau terpencil,” papar Edi.

Disebutkan, dalam mengamankan Pilbup Cilacap nanti rencananya polisi akan menerjunkan sedikitnya 1000 personil yang disebar di seluruh TPS yang ada.

Rakor lintas sektoral pengamanan Pilbup Cilacap yang digelar di Hotel Griya Patra ini dihadiri unsur Muspida, TNI, Polri, serta penyelenggara pemilu yakni KPU dan Panwaslu Cilacap. Kemudian pengurus partai politik (parpol) peserta pemilu.

Menurut Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, pengamanan Pilkada Cilacap yang akan diselenggarakan pada September mendatang harus secara menyeluruh dan netral.

“Hal ini sangat penting demi terciptanya suasana kondusif dan aman dalam pelaksanaanya nanti,” ujar Bupati Cilacap saat ditemui usai membuka rakor tersebut.

Bupati menegaskan, Pilkada Cilacap akan berlangsung aman jika masyarakat mampu menjaga situasi kondusif, demokrasi dan ketenteraman.

“Untuk itu, pengamanan yang profesional yang netral dan tidak berpihak kepada kepentingan tertentu, akan menciptakan suasana yang aman,” tegasnya.