Mei
19
2022
Today

Cuaca Cilacap 04-05-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Grengseng Pilkada Cilacap 2017, Utak-Atik Arah Politik Parpol dan Kandidat (1)
Oleh Wagino   
Selasa, 10 Mei 2016 11:09

CILACAP, (CIMED) - Para kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Cilacap yang bakal meramaikan Pilkada 2017 sudah bermunculan. Bahkan parpol sudah melakukan proses penjaringan terhadap balon yang bakal diusung. Kendati belum secara gamblang, namun saat ini pergerakan figur kandidat dan kecenderungan komunikasi antar parpol sudah dapat dibaca kemana arah peta politik balon Bupati dan calon partai pengusung.


Koordinator MITRA Institute, Agus Wahyudi mengemukakan, saat ini sejumlah figur bakal calon Bupati yang sudah percaya diri adalah Tatto Suwarto Pamuji, petahana yang sudah mendaftar di PDIP dan dipinang PAN serta PKB. Kemudian Taufik Nurhidayat yang saat ini menjabat Ketua DPC PDIP Cilacap dan Ketua DPRD Cilacap, dirinya sangat yakin dapat memenangkan rekomendasi dari DPP PDIP.

"Serta Mulia Budy Artha, suami Siti Fatimah yang juga tokoh politik dan pengusaha Cilacap dan atau Akhmad Edi Susanto petahana Wakil Bupati yang mendaftar di Partai Golkar," katanya, Selasa (10/5/2016).

Menurutnya, berdasar kecenderungan pergerakan komunikasi politik, partai pengusung baru dua yang sudah memenuhi syarat yaitu PAN dan PKB. Kedua parpol tersebut, kata Agus, sudah meminang Tatto tanpa syarat.

"Namun sekarang ini terlihat masih galau, karena terkait belum mendapatkan restu dari Kyai sepuh NU (kultural PKB, red). Pertanyaannya bagaimana PDIP, Golkar, Demokrat, PPP, Demokrat, dan PKS ?" ujarnya.

Lebih lanjut Agus memaparkan, dari kondisi tersebut dapat ditarik beberapa kemungkinan. PDIP yang lebih awal melakukan pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2017, memiliki potensi sebagai parpol pengusung hanya dengan dengan menggandeng satu partai kecil seperti PKS atau PPP. Namun tantangannya adalah saat ini yang mendaftar sebagai calon bupati adalah dua figur yang kuat.

"Pertama, adalah Taufik Nurhidayat yang posisinya saat ini sebagai Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Cilacap. Dan kedua Tatto Suwarto Pamuji yang posisinya saat ini sebagai petahana. Keduanya saat merupakan rival dalam memperebutkan rekomendasi dari DPP PDIP. Keduanya sangat yakin dengan ekspektasi masing-masing, karena memiliki tingat kepercayaan diri yang sama kuat," paparnya.

Disebutkan, Taufik adalah struktural Partai yang dikenal loyal dan tidak plin-plan serta didukung oleh hampir seluruh PAC PDIP yang dalam bahasa politiknya Taufik didukung kader PDIP tulen. Hambatan Taufik dalam bersaing dengan petahana adalah kalah popularitas dan elektabilitas. Sedangkan Tatto kepercayaan dirinya adalah sebagai petahana, dukungan jaringan birokrasi, dan kesiapan dukungan sumber daya.

"Namun kelemahannya adalah Tatto sebelumnya pada Pilkada 2012 diusung oleh Partai Golkar dan PAN. Banyak yang menilai Tatto plin-plan (kutu loncat, red), bahkan dengan partai pengusung dirinya selaku petahan belum melakukan komunikasi terkait pendaftarannya di PDIP. Terlebih pada masa pemerintahannya hubungan dengan wabup Edi dikenal kurang harmonis," terangnya.

Sementara kesamaan antara Taufik dan Tatto adalah sama-sama didukung kader PDIP. Namun yang membedakan adalah Taufik didukung kelompok idealis sedangkan Tatto didukung oleh kelompok pragmatis. Peluang kedepan apabila rekomendasi DPP PDIP jatuh ketangan ke Tatto maka arah politik Cilacap akan sangat masif dan solid antara pusat daerah dan eksekutif serta legislatif.

"Maka Tatto akan didukung oleh partai koalisi PDIP, PAN, dan PKB serta partai lain yang berpotensi merapat adalah PPP dan Demokrat. Bahasa rakyatnya, tidak usah ada Pilkada karena hanya akan memboroskan uang rakyat, langsung pelantikan saja.” kata Agus.

Menurut Agus, kondisinya sangat berbeda apabila Taufik yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Maka kalkulasi politiknya berubah dan akan sangat ramai. Kendati demikian, kondisi ini sudah sangat disadari oleh Tatto. Kemungkinannya adalah Tatto tidak akan ambil risiko politik yang besar, karena PDIP biasa mengeluarkan rekomendasi pada injury time.

"Maka pilihan Tatto yang paling moderat dengan risiko politik kecil adalah dengan menggunakan PAN yang telah meminangnya tanpa syarat dan diikuti PKB yang juga sudah menyatakan dukungannya tanpa syarat pada waktu ultahnya Tatto ke-61 di istana pribadinya Ciguling Majenang," ujar Koordinator MITRA Institute Cilacap ini.

Hanya saja, lanjut dia, Tatto kelihatan galau karena ternyata tidak semua ulama sepuh NU (basis kultural PKB) memberikan restu. Bahkan kini semakin kuat adanya penolakan terhadap petahana dengan jargon ASBUTO (Asal Bukan Tatto, red).

"Sebenarnya, dari situasi ini Tatto tidak tinggal diam, maka ada indikasi kuat Partai Demokrat akan ditarik untuk merapat memperkuat koalisi dengan PAN. Hal ini sangat mudah dilakukan Tatto karena Demokrat menyadari dengan posisinya di parlemen juga tidak terlalu dominan, hanya empat kursi," terangnya.

Pada situasi ini, kubu Taufik Nurhidayat sebagai bakal calon yang bersaing dengan Tatto, harus mampu menunjukkan elektabilitasnya agar mendekati petahana. Maka selain memperkuat di internal PDIP, Taufik juga menjalin komunikasi politik dengan partai lain agar dapat mengusung paslon dalam Pilkada 2017.

"Pilihan Taufik, PDIP yang paling moderat adalah dengan menggandeng PPP. Namun PDIP juga menyadari bahwa koalisinya dengan PPP belum cukup kuat untuk melawan Tatto. Maka PDIP mau tidak mau harus menarik parpol lain menjadi tambahan koalisinya. Pilihan yang tersisa adalah dengan Partai Golkar dan atau Gerindra bersama PKS," ucapnya.

Pilihan pertama PDIP, kata Agus, didasarkan perhitungan politiknya dengan menarik Golkar menjadi mitra koalisi maka kekuatan akan berimbang dan cukup membuat percaya diri.

"Sedangkan Partai Gerindra dan PKS pada posisi ini kelihatan kompak dan pasang kuda-kuda. Pilihannya adalah mengusung sendiri menjadi kuda hitam atau menjadi bagian koalisi dari salah satu bakal calon Taufik atau Tatto. Partai Gerindra dan PKS memiliki alasan sosiologis dan sosiopolitik masing-masing," katanya.