Mei
19
2022
Today

Cuaca Cilacap 04-05-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Grengseng Pilkada Cilacap 2017, Utak-Atik Arah Politik Parpol dan Kandidat (2)
Oleh Wagino   
Selasa, 10 Mei 2016 11:15

CILACAP, (CIMED) - Disisi lain, Partai Gerindra yang sudah membuka pendaftaran menerima berkas pendaftaran Bambang Suharto (Ketua Presidium Pemekaran Cilacap Barat) sebagai bakal calon bupati di Pilkada 2017 menjadi yang unik dan menarik. Menurutnya, sosok Bambang Suharto patut dicermati dan dapat menjadi kuda hitam dalam pilkada 2017. Kelebihan Bambang Suharto adalah figur baru yang cenderung bersih dan belum memiliki dosa politik.


"Apabila Gerindra dan PKS serius, cerdik  dan matang dalam menyusun strategi pemenangan mereka akan memetik kemenangan dalam Pilkada 2017. Apalagi bila Gerindra mampu menarik Golkar menjadi mitra koalisinya, maka akan makin menambah kekuatan untuk berlaga melawan Taufik (PDIP, PPP) dan Tatto (PAN, PKB, Demokrat)," katanya.

Perlu dicatat, kata Agus, kelebihan dan kelemahan Gerindra juga tidak dapat dilepaskan adanya struktur kepengurusan partainya solid. Namun kecenderungan legitimasi figur Frans Lukman sang jawara perpolitikan Cilacap cukup kuat di Gerindra bisa dimungkinkan menjadi potensi dan ancaman bagi figur bakal calon yang merapat.

Selanjutnya bagaimana keberadaan Partai Golkar Cilacap yang memiliki kursi di DPRD sama dengan PDIP ? Dari analisa Mitra Institute, Golkar pada situasi ini bisa memainkan peran strategis yang menjadi kekuatan baru untuk penyeimbang politik dalam gelaran Pilkada. Kuncinya apabila Golkar mampu memunculkan figur yang sama kuat dan mampu bersaing dengan Tatto, Taufik, dan Bambang Suharto, maka akan dapat merubah peta politik yang sudah ada.

"Kader Golkar yang potensial yang sudah mendaftar ada 11 nama, namun dari pandangan masyarakat figur yang terkuat adalah Mulia Budy Artha yang merupakan suami dari Siti Fatimah. Figur lain dari Golkar yang juga bersemangat untuk merebut rekomendasi adalah petahana Wabup Ahmad Edi Susanto.

Namun kelihatannya perebutan rekomendasi tersebut cenderung pada figur yang memiliki entitas Cilacap dan mampu membesarkan Partai Golkar kedepan.

"Apabila Golkar mampu memainkan komunikasi politik yang cerdik maka sesungguhnya kemenangan paslon dalam gelaran Pilkada 2017 Cilacap ada di Golkar," tandasnya.

Bakal Calon Wakil Bupati

Kondisi di atas masih sangat dinamis, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Variabel lain yang bisa merubah peta politik adalah keberadaan bakal calon wakil bupati bisa menjadi penentu akhir Pilkada 2017.

Agus menyebut, nama-nama figur yang sudah beredar luas adalah Sutarjo Sekda Cilacap, Arung Lusika pengusaha jamu, Mujiono Wakil Ketua DPRD dari Golkar, Mayor Seno Hadi TNI AU yang masih aktif, Purwati anggota DPRD Fraksi Gerindra, Bambang Kancil Kontraktor PLTU dan lain-lain.

"Masing-masing bakal calon wakil bupati memiliki potensi dan resistensi masing-masing berdasarkan sosiopolitik maupun geopolitik. Ini harus dihitung cermat sebagai dasar penentu strategi pemenangan bakal calon bupati," terangnya.

Mitra Institute berkomitmen akan terus memantau dan mengawal proses Pilkada Cilacap agar terselenggara jujur, adil, transparan, dan akuntabel. Sehingga mampu menjadi pesta demokrasinya rakyat Cilacap dalam memilih bupati dan wakil Bupati yang benar-benar amanah dan mampu mengoptimalkan sumber daya APBD.

"Minimal menuntaskan permasalahan di Cilacap terutama prioritas penanganan sarana prasarana infrastruktur," pungkasnya.