Mei
19
2022
Today

Cuaca Cilacap 04-05-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Grengseng Pilkada Cilacap 2017, Sejumlah Pejabat Diincar Jadi Calon Wabup
Oleh Wagino   
Minggu, 15 Mei 2016 14:12

CILACAP, (CIMED) - Sejumlah figur non kader partai politik yang berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) Cilacap disebut-sebut layak untuk maju sebagai calon wakil bupati di pentas Pilkada Cilacap 2017 mendatang. Bahkan mereka sudah didekati kalangan parpol dan bakal calon bupati, namun para birokrat tak tertarik untuk maju.
Berdasarkan informasi yang dihimpun CIMED menyebutkan, sejumlah birokrat Cilacap yang namanya mencuat dalam bursa wakil bupati diantaranya, Sekretraris Daerah (Sekda) Cilacap Sutarjo, Kepala DPPKAD Farid Ma'ruf, Kepala Kesbang Subiharto, Asisten Administrasi Umum Setda Cilacap Imam Yudianto dan Kepala Disperindagkop dan UMKM Dian Arinda Murni.

Peluang birokrat untuk pentas di panggung Pilkada Cilacap 2017 disebut-sebut sangat terbuka menjadi pendamping petahana Tatto Suwarto Pamuji yang saat ini masih menunggu rekomendasi dari PDIP dan PKB.

Kendati santer masuk bursa calon wakil bupati, namun pejabat Pemkab Cilacap mengaku tidak tertarik untuk menjadi pendamping calon bupati siapapun termasuk petahana. Seperti diungkapkan Kepala DPPKAD Cilacap, Farid Ma'ruf.

Menurutnya, selama ini habitat dirinya  di eksekutif. Mulai bekerja sebagai PNS sejak tahun 1987 dan sekarang sudah berjalan selama 29 tahun.

"Selama ini saya sudah nyaman di eksekutif, sehingga tawaran untuk maju pada Pilkada saya tolak. Karena memang itu bukan habitat saya. Habitat saya ya di eksekutif," ujarnya, kemarin.

Diakui, memang sudah banyak tawaran dari berbagai pihak namun dirinya dengan tegas menolak. Namun ia enggan menyebutkan pihak mana saja yang telah menawarkan untuk masuk dalam bursa terutama sebagai calon wakil bupati.

"Sudah banyak yang datang dan menawarkan kepada saya untuk menjadi calon wakil bupati, tapi saya tolak. Saya tidak akan masuk ke ranah itu, baik sebagai R1 (bupati) maupun R2 (wabup)," ungkap Kepala DPPKAD Cilacap yang juga Ketua Harian PSCS Cilacap ini.

Menurutnya, apa yang selama ini sudah didapatkan, diperoleh sebagai PNS dinikmati dan syukuri.

Sebelumnya, Sekda Cilacap, Sutarjo yang dikabarkan akan digandeng Akhmad Edi Susanto mengaku terang-terangan menolak ajakan petahan untuk terjun pada Pilkada 2017 mendatang. Sekda mengaku enggan terjun ke dunia politik dan memilih fokus mengabdi sebagai PNS.

Keputusan menolak ajakan Wabup itu, kata Sutarjo, karena dirinya belajar dari pengalaman yang ada. Ia tidak harus mengalami tapi dirinya belajar dari pengalaman orang lain maju dalam Pilkada, begitu pula setelah menang dalam Pilkada.

Seperti diketahui, pada dua Pilkada sebelumnya yakni tahun 2007 dan 2012, dua Sekda yang menjadi pasangan calon bupati kandas. Pada Pilkada 2007, Sekda Sayidi menjadi calon bupati berpasangan dengan Siti Fatimah. Saat itu pasangan Fatimah-Sayidi kalah dari pasangan incumben Probo-Tatto. Kemudian pada Pilkada 2012, Sekda M. Muslich yang berpasangan dengan Novita Wijayanti juga bernasib sama. Pasangan Novita-Muslich dikalahkan pasangan Tatto-Edi.

Sementara itu nama kandidat dari kader partai dan kalangan pengusaha yang sudah mencuat dan tengah mengikuti proses penjaringan antara lain Arung Lusika pengusaha jamu, Mujiono Wakil Ketua DPRD dari Golkar, Mayor Seno Hadi TNI AU yang masih aktif, Purwati anggota DPRD Fraksi Gerindra, Bambang Kancil Kontraktor PLTU dan lain-lain.