5 Terdakwa Sindikat Tangki LPG Kentut Dituntut 8 Bulan Cetak
Oleh Wagino   
Kamis, 19 Januari 2017 08:14

CILACAP, (CIMED) - Lima terdakwa kasus tangki LPG kentut dituntut delapan bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cilacap. Para terdakwa ini merupakan sindikat perdagangan LPG ilegal dengan modus memindahkan dari truk tangki LPG ke penampungan yang berlokasi di Desa Kesugihan Kidul Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.


Kelima terdakwa adalah Broto Manik Moyo (37), Hery Priyono (35), Subki (42), Arif Supriyadi (29) dan Paidi (42). Mereka Mereka berlima memiliki peran berbeda-beda, ada pemilik usaha, sopir tangki hingga bertugas memindahkan gas dari tangki ke tempat penampungan.



Sidang lanjutan yang digelar Rabu (18/1/2017) di Pengadilan Negeri Cilacap dengan agenda pembacaan tuntutan. Dalam tuntutan JPU, kelima terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana turut serta melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa izin. Kelima terdakwa dituntut delapan bulan penjara.

"Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 106 Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam dakwaan kedua. Terhadap yang bersangkutan dituntut selama delapan bulan," kata JPU Muchamad Rosyidin.

Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan.