Dua Penjual Satwa Dilindungi Diringkus, Jual Beli Lewat Medsos Cetak
Oleh Wagino   
Jumat, 27 Januari 2017 21:43

CILACAP, (CIMED) - Polhut BKSDA Jateng Seksi Konservasi Wilayah II dan BKSDA Provinsi Jateng serta BPPHLHK Surabaya yang tergabung dalam tim Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) bersama Polres Cilacap meringkus dua penjual satwa liar yang dilindungi dan dijual bebas secara online melalui situs jejaring sosial facebook. Dari tangan keduanya petugas berhasil mengamankan seekor kancil, seekor elang bondol dan dua ekor burung hantu.


Keduanya tersangka diringkus di dua tempat dan waktu operasi berbeda. Penangkapan pertama pada Rabu (25/1/2017) tim SPORC meringkus FAW (19), warga Jalan Komodo Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara dengan barang bukti seekor kancil di rumahnya.

Kemudian Kamis (26/1/2017) tim SPORC bersama Polres Cilacap menangkap tersangka AS (29) warga Jalan Tugu Barat Desa Sampang, Kecamatan Sampang. Di rumah AS petugas berhasil menemukan barang bukti elang bondol. Petugas juga membawa dua ekor burung hantu yang ditinggal kabur tersangka.



Koordinator Polhut BKSDA Jateng Seksi Konservasi Wilayah II, Rahmat Hidayat menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari pemantauan selama enam bulan jual beli online satwa liar dilindungi melalui facebook.

Kedua tersangka diamankan di Mapolres Cilacap. Tersangka melanggar UU No 5 tahun 2010 pasal 21 ayat 2 juncto 40 dengan sanksi 5 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta.

Sedangkan satwa yang diamankan tidak serta merta dilepaskan begitu saja. Satwa yang dilindungi ini rencananya akan dilakukan rehabilitasi.