Mei
17
2022
Today

Cuaca Cilacap 04-05-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Pertamina Rangkul NU dan Muhammadiyah Bangun Ukhuwah Dan Satukan Persepsi
Oleh Wagino   
Jumat, 11 September 2009 11:20

CILACAP, (Cimed) – Menyusul aksi terorisme seperti yang dikobarkan gembong teroris Noordin M Top yang terus menghantui kehidupan rakyat Indonesia dan bisa berpengaruh terhadap perilaku menyimpang bagi kalangan generasi muda Islam, Pertamina Refinery Unit (RU) IV menggelar acara pencerahan aqidah dengan tema “Bersama Membangun Ukhuwah dan Menyatukan Persepsi” di Gedung PWP komplek Perumahan Pertamina Gunung Simping, Kamis (10/9).

Ajang pencerahan aqidah sekaligus silaturahmi dan halalbihalal itu diikuti sedikitnya 225 peserta yang berasal dari pengurus dan anggota dari dua organisasi Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah serta perwakilan OSIS sejumlah sekolah di Cilacap.

Hadir sejumlah nara sumber antara lain Arwani Amin yang mebawakan materi “Islam Agama Kasih Sayang”, Ustad H. Sam’ani Syakroni dosen STAIN Pekalongan mengupas “Jihad Menurut Islam” dan DRG. Sutarno yang juga Manajer Umum Pertamina RU IV yang membawakan materi tentang narkoba.

Selain pencerahan aqidah yang dilanjut acara berbuka puasa bersama, juga dilakukan pernyataan sikap untuk memegang teguh nilai-nilai ajaran agama Islam dan Pancasila, melakukan upaya bela Negara dan mengamankan asset obyek vital nasional.

Ditemui wartawan disela-sela acara tersebut, Direktur Umum, Sutarno mengatakan pencerahan aqidah dan persamaan persepsi ini sebagai sarana silaturahmi setiap pengurus yang selama ini terkotak-kotak, sehingga dengan adanya ini bisa menjadi ukhuwah yang satu tujuan dengan baik dan benar.

“Selain itu, kami dari insan Islam yang ada di Pertamina ikut membantu pemerintah maupun aparat supaya tidak ada istilah penyelewengan atau penyalahan aqidah dari generasi muda di Cilacap dan Indonesia pada umumnya,” kata Sutarno.

Sedang kaitannya dengan jihad, ia menjelaskan bahwa jihad seharusnya adalah suatu hal menuju kebaikan dengan dilakukan dengan cara tawakal.

“Untuk itulah kami memberikan sedikit pandangan atau suatu wawasan kepada generasi muda apa sih arti jihad untuk saat ini?” jelasnya.

Hal itu, lanjut dia, supaya jangan ada istilah penyalah artian dan penyalah tafsir dari kata-kata jihad di kalangan umat Islam selama ini.

“Harapannya umat Islam tidak selalu dijadikan kambing hitam atau dijadikan tersangka kalau ada kegiatan jihad,” ujarnya.

Menurutnya, kadang-kadang bukan jihad tapi penyalahan dari salah tafsiran dari ajaran Islam.

Disinggung mengenai bom bunuh diri, Sutarno menegaskan, bahwa bom bunuh diri hukumnya adalah haram.

Seperti diketahui dari 18 belas tersangka teroris yang telah ditangkap oleh Densus 88, lima diantaranya ditangkap di Cilacap.