Mei
17
2022
Today

Cuaca Cilacap 04-05-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Ekonomi Lumpuh Empat Hari, Warga Tuntut Kompensasi Dari Pertamina
Oleh Wagino   
Sabtu, 09 April 2011 12:47

CILACAP, (CIMED) – Musibah kebakaran tangki BBM di kilang Pertamina Refinery (RU) IV Cilacap selama empat hari lalu telah menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat dan pelaku usaha. Roda perekonomian khususnya bagi mereka yang berada di sekitar ring satu kilang lumpuh. Mereka pun menuntut pihak Pertamina memberikan kompensasi.

Seperti yang dialami Soleh, seorang pengusaha bengkel sepeda di Jalan MT. Haryono 95, Kelurahan Lomanis Cilacap Tengah.

Sejak tangki Pertamina terbakar praktis usahanya terhenti selama empat hari. Selain harus menyingkir ke tempat yang aman, para pelanggan juga sulit masuk ke ring I lantaran akses jalan disejumlah titik ditutup.

“Waktu kita terbuang karena ada kebakaran Pertamina. Gimana mau buka usaha, kita harus bolak balik mengungsi,” ungkapnya, Sabtu (09/04/2011).

Kondisi tersebut membuat ia dan warga Lomanis lainnya menuntut kepada pihak Pertamina agar bertanggung jawab.

“Gimana caranya pihak Pertamina memberikan ganti rugi,” tegas Soleh disela-sela memperbaiki sepeda pelanggan.

Selain itu, akibat kebakaran asap dan bau menyengat terasa menggangu pernafasan sehingga dikhawatirkan menimbulkan gangguan kesehatan. Parahnya lagi, sisa-sisa foam yang digunakan untuk memadamkan api turut terbawa angin bersama asap sehingga menimbulkan noda hitam pada pakaian dan barang-barang yang berada di luar rumah.

Hal sama juga diungkapkan salah seorang warga Jalan Banjaran yang enggan disebutkan namanya. Selama kebakaran berlangsung ia tidak bisa menjalankan aktivitasnya karena diminta untuk mengungsi.

“Kita berulangkali disuruh ngungsi, baru sebentar di rumah diminta ngungsi lagi,” katanya.

Menanggapi terkait dampak lingkungan akibat kebakaran tangki BBM, Direktur PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan akan diteliti.

“Untuk kompesasi kepada masyarakat di sekitar ring satu, saat ini kita belum bisa memberikan jawaban. Nanti akan kita bicarakan melalui rapat internal,” katanya.