Okt
18
2021
Today

Cuaca Cilacap 10-10-2021

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
DPRD Cilacap Minta Pemkab Lebih Kreatif Dalam Perencanaan Anggaran dan Realisasi Program, Kurangi Kegiatan Seremonial
Oleh Wagino   
Rabu, 22 September 2021 15:25

CILACAP, (CIMED) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap agar kreatif dan taktis dalam perencanaan serta pelaksanaan anggaran 2022 yang harus berpihak pada masyarakat. Pemkab juga diminta mengurangi berbagai kegiatan yang bersifat seremonial dan saat ini lebih memprioritaskan pemulihan ekonomi dampak Covid-19.



Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Cilacap Purwanto mengatakan, untuk menghadapi APBD Tahun 2022, perencanaannya perlu penyelarasan antara kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah dengan kebutuhan yang mendasar, terutama penanganan terhadap dampak Covid 19 diberbagai sektor. Anggaran pemulihan ekonomi harus tepat guna dan mampu memberikan stimulus kepada masyarakat demi menekan laju inflasi di Kabupaten Cilacap.

"Evaluasi secara menyeluruh terhadap perencanaan, realisasi program dan kegiatan harus dilakukan," kata Purwanto dalam Rapat Paripurna DPRD Cilacap dengan agenda tanggapan Bupati dan padangan umum Fraksi terhadap Perubahan APBD 2021 dan RAPBD 2022 belum lama ini.

Menurutnya, dengan pandemi belum berakhir, pihaknya meminta kepada Bupati Cilacap untuk mencermati dan mengantisipasi kecenderungan kenaikan harga beberapa komoditas kebutuhan pokok. Sektor perekonomian di Kabupaten Cilacap, Purwanto menambahkan, harus mendapatkan perhatian yang serius Pemerintan Kabupaten Cilacap, dan program pemulihan ekonomi harus menjadi prioritas demi menekan semakin bertambahnya angka kemiskinan.

"Tercatat pada tahun 2020 prosentase penduduk miskin lebih besar dibandingkan tahun 2018 dan 2019," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Cilacap Nasun menyampaikan, pada Perbup nomor 79 tahun 2021 tentang RKPD tahun 2022 disebutkan telah menitikberatkan pada enam prioritas yang sesuai dengan program prioritas nasional.

"Yaitu peningkatan kualitas infrastruktur untuk mempercepat konektivitas, pengembangan perekonomian berbasis potensi lokal, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas SDM, percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan keamanan, ketentraman dan perlindungan masyarakat serta pemantapan tata kelola pemerintahan," katanya.

Nasun melanjutkan, pandemi Covid-19 masih belum menentu, karenanya Golkar meminta Pemkab Cilacap memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Apalagi jika melihat perencanaan APBD tahun 2022 sebesar Rp 3,04 triliun, ini mengalami penurunan Rp 115,89 miliar dari APBD tahun 2021. Akan tetapi disaat yang sama tantangan dan kebutuhan anggaran semakin besar karena pemulihan kondisi akibat pandemi.

"Kami meminta Pemda lebih kreatif dan taktis dalam perencanaan penggunaan anggaran, perencanaan secara efisien, produktif dan berbasis kinerja, serta mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial," tandasnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan, kenaikan angka kemiskinan dalam target capaian akhir masa RPJMD 2017-2022 yakni sebesar 12,94 persen. Penghitungan angka kemiskinan menurut Tatto tidak lepas dari penggunaan standar garis kemiskinan sebagai batas antara penduduk miskin dan tidak miskin.

"Garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp 351,75 ribu per kapita per bulan atau sekitar Rp 11,72 ribu per kapita per hari," ungkapnya.

Terkait skala prioritas program dan kegiatan yang indikatornya belum tercapai, Tatto menjelaskan, belum tercapainya beberapa capaian program dan kegiatan tersebut disebabkan Pemkab Cilacap pada TA 2020 dan TA 2021 lebih memfokuskan ke sektor ekonomi dan kesehatan akibat dampak dari pandemi Covid-19.

"Dan pada RAPBD Kabupaten Cilacap Tahun 2022 telah diprioritaskan alokasi anggaran untuk capaian program dan kegiatan yang belum tercapai dalam RPJMD Bupati Cilacap Tahun 2017-2022," jelasnya.