Des
08
2021
Today

Cuaca Cilacap 23-11-2021

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Aturan Ketat Tapi Penumpang Merasa Aman
Oleh Wagino   
Senin, 22 Nopember 2021 15:35

MAOS, (CIMED) - Pagi itu Kusuma Asih bangun lebih awal dari biasanya. Selesai memasak untuk keluarga, ia kembali mengecek barang bawaaan yang telah dimasukan ke dalam tas pada malam hari. Termasuk dokumen kelengkapan perjalanan, mulai dari KTP, sertifikat vaksin, tiket kereta api hingga hasil rapid test antigen. Perempuan 50 tahun asal Desa Penggalang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap itu hendak pergi ke Jakarta menggunakan moda transportasi kereta api.


Perempuan yang akrab disapa Asih ini dengan runut menceritakan perjalanan menggunakan moda kereta api dari stasiun Maos menuju Jatinegara, Jakarta. Karena ini merupakan pengalaman kali pertama naik kereta api pada masa pandemi Covid-19 dengan aturan yang sangat ketat. Terakhir kali, naik kereta api sebelum pandemi pada Februari 2020 lalu tanpa aturan yang ketat seperti harus sudah vaksin minimal dosis 1 hingga tes antigen.

"Kalau dulu cukup pesan tiket sesuai KTP. Sekarang, setelah pesan tiket menggunakan NIK, kita harus rapid test antigen yang tersedia di stasiun. Kebetulan di Cilacap layanan tes antigen tersedia di stasiun Sidareja dan Kroya, saya pilih Kroya karena dekat. Hasil tes negatif jadi salah satu persyaratan naik kereta api," tutur Asih yang memilih naik KA Serayu pagi relasi Purwokerto-Pasar Senen dan turun di stasiun Jatinegara ini.

Setelah yakin persyaratan lengkap, dirinya menuju boarding. Petugas boarding kemudian melayani Asih, dengan seksama petugas mengecek persyaratan. Tak ada hambatan, setelah dinyatakan memenuhi syarat kemudian Asih pun dipersilakan masuk peron sambil menunggu kereta datang.

"Pas kereta datang, saya langsung naik ke atas gerbong menuju tempat duduk sesuai yang tertera pada tiket. Sebelum saya duduk, petugas menyemprot cairan, mungkin cairan desinfektan. Baru kemudian dipersilakan duduk," tutur perempuan yang mengaku sudah hampir dua tahun tidak menjenguk ibunya di Jakarta karena kebijakan pembatasan selama pandemi Covid-19 dari pemerintah.

Tak berhenti di situ, setelah kereta bergerak meninggalkan stasiun petugas memberikan masker dan tisu basah kepada para penumpang termasuk Asih. Himbauan lewat pengeras suara yang ada di dalam gerbong agar penumpang tidak melepas masker juga rutin terdengar.

"Selain harus pakai masker, pakaian penumpang harus selalu tertutup, contoh baju lengan panjang atau baju rangkap jaket, celana panjang. Lebih baik pakai tutup kepala. Selama perjalanan tidak diperkenankan bicara atau menerima telepon. Masker selalu dipakai, kecuali pas makan. Petugas akan menegur penumpang yang kedapatan melepas masker selama perjalanan," bebernya.

Setelah menempuh perjalanan sembilan jam 30 menit, Asih akhirnya tiba di stasiun Jatinegara, Jakarta. Dari stasiun Jatinegara ia melanjutkan perjalanan ke rumah ibunya di Kampung Makasar, Jakarta Timur.

Meski aturan yang dikeluarkan PT KAI terkait persyaratan berangkat menggunakan kereta api terasa ribet, namun Asih mengaku menikmati. Selain itu, merasa aman karena yang naik kereta penumpang yang dinyatakan negatif Covid-19.

"Pelayanan yang diberikan oleh petugas KAI lebih aman karena menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ungkapnya.

Meski demikian, ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu agar kehidupan kembali sedia kala.

"Semoga Covid-19 cepat selesai, capek juga begini terus," kata dia.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop V Purwokerto memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api.

"Untuk naik KA jarak jauh, pelanggan diharuskan untuk sudah divaksin minimal dosis pertama dan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Penumpang juga wajib memakai masker tiga lapis yang menutup hidung dan mulut," kata Vice President (VP) Daop V Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat.

Aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 97 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 2 November 2021.