Jun
26
2022
Today

Cuaca Cilacap 21-06-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
PPKM Level 3 Nataru Batal Diberlakukan di Cilacap
Oleh Wagino   
Rabu, 08 Desember 2021 21:17

CILACAP, (CIMED) - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Cilacap resmi dibatalkan. Menyusul adanya revisi dari Kementerian Dalam Negeri Kemendagri yang tidak lagi menggunakan penyebutan Level 3. Namun demikian kondisi ini diminta tidak boleh menjadikan masyarakat berperilaku bebas atau kendur protokol kesehatan (prokes).


Hal ini disampaikan Asisten Sekda Cilacap Bidang Kesra, Dian Setyabudi usai mengikuti rapat virtual dengan pihak Kemendagri, di Ruang Prasanda Pemkab Cilacap, Rabu (8/12/2021).

"Pemkab Cilacap sudah mempunyai berbagai langkah strategis dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru. Yakni dengan memberikan aturan tegas untuk para ASN maupun masyarakat yang tidak diperbolehkan bepergian atau mudik jika tidak penting, meningkatkan pengetatan wilayah dengan didukung gerai kesehatan maupun vaksin," jelas Dian Setiabudi.

Selanjutnya Pemkab Cilacap juga kembali menggenjot peran dari Satgas Covid-19, lintas sektoral hingga tingkat terbawah untuk tetap menjaga dan melakukan kedisiplinan prokes berupa 5 M dan 3 T.

"Juga melakukan percepatan dalam mengejar target vaksinasi 70 persen. Khususnya pada sasaran lansia dan anak-anak berusia enam sampai 11 tahun," katanya.

Selain itu, lanjut Dian, untuk pusat perbelanjaan maupun tempat usaha, dan bioskop, juga diberlakukan ketentuan protokol kesehatan. Seperti pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 70 persen, maupun waktu beroperasi yang ditetapkan mulai dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam.

"Segala bentuk perayaan maupun arak-arakan Nataru tidak diperbolehkan. Jika terdapat pelanggaran maka akan diproses langsung oleh petugas sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Sementara terkait peribadatan Natal diminta untuk tetap menggunakan aturan prokes Covid-19.

"Ini bukan untuk membatasi ruang kebebasan beribadah, namun lebih pada menjaga keselamatan semua pihak dari potensi penyebaran Covid-19," tandasnya.

Dian berharap, semua pihak dapat menerima kondisi saat ini secara bijak. Sehingga pandemi yang berlangsung dapat segera berakhir dan menjadikan Kabupaten Cilacap normal kembali.