CILACAP, (CIMED) – Sudah banyak pelaku aksi tawuran kelompok antar remaja di Cilacap yang ditangkap polisi, namun belum juga membuat para pelaku jera. Kini giliran seorang remaja berinisial RP (18) diamankan Unit Reskrim Polsek Cilacap Tengah setelah kedapatan membawa senjata tajam berupa celurit berukuran besar yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Soecahyo mengatakan, penangkapan terhadap pelaku terjadi di jalan MT Haryono Baru, Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, pada Jumat (13/6/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
“Penangkapan RP berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas mencurigakan yang mengarah pada potensi tawuran di lokasi tersebut. Warga melaporkan akan ada tawuran, dan salah satu diantaranya sudah diamankan warga dan kedapatan membawa celurit,” kata Kasi Humas Polresta Cilacap, Sabtu (14/6/2025).
Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Galih, petugas piket malam Polsek Cilacap Tengah segera menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, pelaku RP telah diamankan oleh warga beserta barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna biru bergagang hitam dengan panjang sekitar 1,5 meter. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih milik pelaku.
“Pelaku dan barang bukti langsung kami bawa ke Mapolsek Cilacap Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Disebutkan, dari hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa RP membawa senjata tajam tersebut untuk digunakan dalam aksi tawuran.
“Remaja tersebut tercatat sebagai warga Jalan Ciberem, Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah. RP kini telah ditetapkan sebagai tersangka,”tandasnya.
PR bakal dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa hak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.
Polresta Cilacap juga mengimbau agar warga segera melapor jika mengalami atau mengetahui tindak pidana. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Bebas Pulsa Call Center 110 Polresta Cilacap.
“Polri berkomitmen menindak tegas setiap aksi yang mengganggu ketertiban masyarakat,” tegas Ipda Galih. (*)





















