CILACAP, (CIMED) – Hari Raya Idul Adha adalah salah satu momen istimewa yang ditunggu umat muslim di seluruh dunia, termasuk warga binaan yang menjalani hukuman di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Seperti di Lapas Kelas II B Cilacap, pada Hari Raya Idul Adha 1446/2025 menyembelih Sembilan ekor kambing kurban. Namun, yang menarik saat warga binaan berebut torpedo alias testis kambing yang menjadi bagian istimewa dalam tradisi kurban.
Usai salat Id, aroma daging kurban mulai menyelimuti blok-blok hunian. Tapi yang paling ditunggu bukan tongseng atau sate, melainkan bagian yang katanya ‘berkhasiat meningkatkan vitalitas pria dan semangat hidup di balik jeruji besi’.
“Kalau dapat torpedo, bisa semangat olahraga, pikiran jernih, tidur nyenyak. Ya, meski nggak ada istri di sini, yang penting badan tetap fit dan jiwa tenang” kata NS, salah satu narapidana, sambil tertawa lebar.
Senada, Ketua Panitia kurban Lapas Kelas II B Cilacap, Adi Prasetyo, menyampaikan, torpedo dianggap memiliki khasiat khusus oleh sebagian warga binaan.
“Mereka percaya bisa menambah vitalitas dan gairah hidup. Maka dari itu, meski dibagikan secara adil, tetap saja ada yang diam-diam berburu bagian itu lebih dulu,” ujar ketua panitia pada event kurban tahun ini

Beberapa narapidana bahkan rela bertukar jatah daging biasa demi mendapatkan bagian torpedo.
“Ini menjadi warna tersendiri. Kami pastikan semua tetap tertib, dan yang terpenting adalah semangat kebersamaan dalam merayakan Idul Adha,” imbuh Adi.
Selain sebagai bagian dari ritual ibadah, kegiatan kurban di Lapas Cilacap juga menjadi sarana pembinaan spiritual dan sosial bagi para warga binaan. Mereka dilibatkan dalam proses penyembelihan, pengulitan, hingga pendistribusian daging qurban, yang dilakukan secara gotong royong.
Idul Adha di Lapas Cilacap tahun ini berlangsung hangat, penuh tawa, dan tentunya—beraroma sate khas lebaran. (*)





















